Kado Pernikahan RA. Kartini

October 14, 2009 at 4:25 am Leave a comment

Nama Kyai Soleh Darat memang tidak setenar para ulama lain di tanah air sekaliber Kyai Nawawi Al-Bantani dan Kyai Hasyim Asy’ari, padahal beliau adalah sosok ulama yangsangat berjasa dalam penyebaran Islam di pantai utara Jawa. Banyak ulama-ulama besar yang pernah nyantri kepadanya. Diantaranya adalah Kyai Hasyim Asy’ari dan KyaiAhmad Dahlan, pendiri Muhammadiyyah.


Beliau bernama Muhammad Saleh. Beliau lahir di Desa Kedung Jumbleng, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara pada sekitar tahun 1820. Ayah beliau bernama Kyai Umar,seorang ulama terkenal pada masa Pengeran Diponegoro. Sejak kecil Kyai Saleh Darat mendapat tempaan ilmu dari ayahnya. Setelah itu Kyai Saleh Darat berkelana ke berbagai tempat untuk thalabul ilmu (ngaji). Beliaupun sempat belajar di kota suci Mekkah. Di tanah kelahiran kanjeng Nabi ini, beliau berguru kepada ulama-ulama besar. Di antaranya Syaikh Muhammad Al-Marqi, Syaikh Muhammad Sulaiman Hasballah, Syaikh Sayid Muhammad Zein Dahlan, Syaikh Zahid, Syaikh Umar Assyani, Syaikh Yusuf Al-Misri serta Syaikh Jamal Mufti Hanafi. Selama ngelmu di tanah haram tersebut, Kyai Saleh Darat bertemu dengan santri -santri lain yang berasal dari Indonesia antara lain Kyai Nawawi Al-Bantani dan Syakhona Muhammad Kholil Al-Maduri.
Adapun nama Darat yang disandangnya
dinisbahkan pada nama kampungnya yaitu Darat di Semarang Utara. Sekembalinya menimba ilmu di Mekkah, Kyai Saleh Darat mengajar di Pondok Pesantren Darat milik mertuanya Kyai Murtadlo. Sejak itu pondok pesantren berkembang pesat. banyak santri-santri yang berdatangan dari berbagai daerah di pulau Jawa. Di antara murid -murid beliau yang termashur adalah Kyai Hasyim Asyari, Kyai Ahmad Dahlan , Kyai Munawir( Krapyak Jogja), Kyai Mahfudz (Termas, Pacitan ) maka pantas rasanya bila Kyai Saleh Darat disebut sebagai gurunya para ulama di Jawa.

Kyai Saleh Darat banyak menulis kitab-kitab dengan menggunakan bahasa PEGON ( hurup Arab dengan menggunakan Bahasa Jawa), diantaranya kitab Faid ar-Rahman, terjemahan Al-Qur’an dengan huruf Pegon. Kitab tersebut dihadiahkan kepada RA Kartini sebagai Kado pernikahannya dengan RM Joyodiningrat yang menjabat sebagai bupati Rembang.
Karya karya beliau lainnya adalah Kitab Majmu’ah asy-Syariah Al Kafiyah li al-’Awwam (Buku Kumpulan Syariat yang Pantas bagi Orang Awam), dan kitab Munjiyat (Buku tentang Penyelamat) yang merupakan saduran dari buku Ihya’ ‘Ulum ad-Din. Kitab Al Hikam (Buku tentang Hikmah), Kitab Lata’if at-Taharah (Buku tentang Rahasia Bersuci), Kitab Manasik al-Hajj, Kitab Pashalatan, Tarjamah Sabil Al-’Abid ‘ala Jauharah at-Tauhid, Mursyid al Wajiz, Minhaj al-Atqiya’, Kitab hadis al-Mi’raj, dan Kitab Asrar as-Shalah. Hingga kini
, karya -karya beliau masih dibaca di pondok-pondok pesantren.

Kyai Saleh Darat meninggal dunia pada tanggal 28 Ramadan 1321 H, bertepatan dengan tanggal 18 Desember 1903 dan dimakamkan Semarang. Setiap tanggal 10 Syawal,masyarakat memperingati haul beliau. Al-Fatihah

Entry filed under: sejarah. Tags: .

Kisah Nabi Haidir AS dan Nabi Musa AS Keajaiban air zam-zam tak tertandingi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

October 2009
M T W T F S S
« May   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts


%d bloggers like this: