Manfaat Agama bagi Kehidupan Manusia

April 15, 2009 at 7:52 am Leave a comment

 

Sebagaimana kita maklumi bahwa tujuan hidup di dunia ini sejak dahulu kala sampai sekarang dan bahkan sampai hari kiamat nanti adalah ingin mencapai kebahagiaan hidup. Dan untuk itu manusia telah memiliki akal fikiran atau ratio yang memiliki kemampuan yang sangat hebat. Karena dengan akal fikiran tersebut manusia telah dapat memiliki ilmu pengetahuan yang sangat tinggi dan mampu menciptakan alat-alat tehnologi yang sangat canggih, yang apabila hasil penemuan akal fikiran sekarang ini diceritakan pada zaman dahulu kala, niscaya akan dianggap sebagai hal yang irrasional (tidak masuk akal).

Akan tetapi betapapun jenius, brilian dan kecerdasan akal fikiran, ternyata memiliki tiga macam kelemahan pokok yang tidak dapat dipecahkan oleh akal fikiran itu sendiri. Tiga kelemahan pokok tersebut adalah:

  1. Akal fikiran itu tidak dapat mengetahui hakekat kebenaran. Buktinya ialah banyak teori kebenaran yang dikemukakan oleh para ahli filsafat yang berbeda-beda antara teori yang satu dengan yang lain, padahal kita tahu dengan pasti bahwa kebenaran yang sejati hanyalah satu.
  2. Akal fikiran itu tidak dapat mengetahui letak dan hakekat kebahagiaan hidup. Buktinya ialah bahwa seringkali sesuatu yang dibayangkan oleh seseorang akan dapat membahagiakan hidupnya; sehingga dia mengerahkan seluruh fikiran, tenaga dan dana yang ada padanya, namun setelah tercapai, ternyata malah membawa kesengsaraan hidup yang berkepanjangan.
  3. Akal fikiran itu tidak dapat mengetahui asal muasal manusia. Artinya meskipun akal fikiran itu sangat cerdas, jenius, brilian, ternyata tidak dapat menjawab tujuh macam pertanyaan berikut:
    1. Dari mana manusia itu datang sebelum hidup di dunia ini?
    2. Mengapa manusia itu harus hidup di dunia ini?
    3. Siapa gerangan yang menghendaki kehidupan manusia di dunia ini?
    4. Untuk apa manusia hidup di dunia ini?
    5. Mengapa setelah manusia terlanjur senang hidup di dunia dia harus mati; padahal tidak ada seorangpun yang senang mati?
    6. Siapa gerangan yang menghendaki kematian manusia?
    7. Kemana nyawa manusia setelah mati dan bangkainya dikubur?.

Ketiga macam kelemahan akal fikiran manusia tersebut di atas adalah bukti yang nyata bahwa manusia mutlak memerlukan petunjuk yang dapat mengatasi ketiga kelemahan akal tersebut dan yang dapat memberikan bimbing-an kepada manusia agar hidupnya di dunia ini dapat memiliki ketenangan dan ketentraman jiwa yang menjadi faktor penentu bagi kebahagiaan hidup.

Petunjuk tersebut dikenal dengan nama agama, yang berasal dari bahasa Sansekerta (bahasa India kuno), yang berarti: a = tidak, dan gama = kacau. Jadi yang dimaksud dengan agama adalah peraturan-peraturan yang dipergunakan untuk mengatur manusia agar hidupnya di dunia ini tidak kacau.

Kalau kita perhatikan seluruh agama yang ada di dunia ini, maka dapat kita kelompokkan menjadi dua kelompok.

Agama Wadl’iy

Agama-agama yang diciptakan oleh manusia sendiri, seperti:

Agama bangsa Mesir kuno

Agama bangsa Mesir kuno ini ada dua macam, yaitu:

  • Agama yang menganggap bahwa matahari (Ra) adalah sumber bagi kehidupan manusia dan sekaligus yang menentukan kebahagiaan dan kesengsaraan hidup bagi manusia. Karenanya, matahari ini dianggap sebagai Dewa atau Tuhan yang harus dipuja dan disembah.
  • Agama yang menganggap bahwa sungai Nil adalah sumber bagi kehidupan manusia dan sekaligus yang menentukan kebahagiaan dan kesengsaraan hidup bagi manusia. Sebabnya ialah sawah dan ladang pertanian mereka tidak akan dapat ditanami tanpa mendapatkan aliran air dari sungai Nil. Sedangkan sungai Nil itu adalah sangat besar dan sangat lebar dan mereka belum dapat membendung sungai sebesar dan selebar sungai Nil tersebut (bendungan Aswan yang ada sekarang ini dibuat pada sekitar tahun lima puluhan oleh Inggris), sehingga aliran air dari sungai Nil tersebut menunggu saat sungai Nil meluap airnya. Oleh karena itu sungai Nil ini disembah-sembah sebagai Tuhan dan setahun sekali diberi persembahan berupa sepasang pengantin baru yang terdiri dari jejaka yang paling ganteng dan gadis yang paling cantik, yang setelah diresmikan sebagai pasang an suami isteri, sebelum melakukan apa-apa, keduanya diikat menjadi satu, kemudian keduanya ditenggelamkan kedasar sungai Nil dengan dibebani batu. Hal tersebut dilakukan agar sungai Nil berkenan meluapkan airnya sehingga bermanfaat bagi kehidupan mereka. Persembahan kepada sungai ini baru berakhir setelah agama Islam masuk ke Mesir.

Agama Zoroaster atau agama Majusi

Didirikan oleh Zaratustra, agama ini mengajarkan bahwa Tuhan itu ada dua, yaitu: Tuhan Terang yang diberi nama Ormuz dan Tuhan Gelap yang dinamakan Ahriman. Ormuz adalah Tuhan yang membawa keberuntungan dan kebahagiaan, sedang Ahriman adalah Tuhan yang membawa sial dan kesengsaraan. Oleh karena itu Tuhan yang mereka sembah adalah Tuhan Terang.

Penyembahan terhadap Tuhan Terang ini mereka wujudkan dengan “Penyembahan terhadap api”. Agama Zoroaster ini juga mengajarkan bahwa pada diri Kisra, sebutan bagi raja Persia (Iran sekarang), penganut dari agama Zoroaster, terdapat unsur ketuhanan, sehingga mematuhi segala perintah Kisra berarti mematuhi perintah Tuhan.

Agama Hindu

Agama Hindu ini berasal dari agama bangsa Arya dengan perubahan susunan dan jabatan Tuhan. Menurut ajaran agama Hindu, Tuhan itu banyak jumlahnya. Hanya yang pokok ada tiga, yaitu:

  • Dewa Brahma yang bertugas sebagai Sang Pencipta alam semesta
  • Dewa Wisnu yang bertugas untuk memelihara alam semesta
  • Dewa Shiwa yang bertugas sebagai perusak alam semesta

Disamping itu masih ada dewa-dewa yang lain, seperti Batara Surya (penguasa matahari), Batara Soma (penguasa bulan), Batara Maruta atau Batara Bayu (penguasa angin), Batara Agni (penguasa api) dan lain-lainnya lagi.

Agama Hindu ini membagi masyarakat kedalam beberapa kelas (tingkatan), yaitu:

  1. Kelas Brahmana yang terdiri dari para pemuka agama.
  2. Kelas Ksatria yang terdiri para bangsawan dan raja-raja.
  3. Kelas Waisa yang terdiri dari para saudagar dan petani.
  4. Kelas Sudra yang terdiri dari para buruh.
  5. Golongan Paria yaitu golongan yang tidak mempunyai kelas sama sekali.

Agama Hindu ini juga mengajarkan konsep “reinkarnasi”, yaitu hidup kembali ke dunia dalam bentuk yang lain sesuai dengan amal perbuatannya.

Agama Budha

Diciptakan oleh Siddarta Gautama, anak dari raja Kapilawastu (kerajaan di India pada zaman purba). Agama Budha ini mengajarkan bahwa Bodhisatwa(Tuhan agama Budha) yang bersemayam di Nirwana (sorga) itu sebanyak 8 (delapan). Hanya saja yang bertugas kedunia ini bergantian satu persatu. Agama ini juga mengajarkan bahwa setiap pemeluk agama Budha yang ingin selamat dari kesengsaraan hidup di dunia dan ingin masuk ke Nirwana harus dapat mematikan keinginan-keinginan dari nafsunya.

Agama Shinto

Agama ini menyembah matahari dan mengajarkan bahwa para Kaisar Jepang itu adalah cucu dari Dewa Matahari. Agama Shinto ini dipeluk oleh bangsa Jepang.

Dan disamping agama-agama tersebut, masih ada kepercayaan-kepercayaan lainnya lagi, seperti:

  1. Faham animisme, yang mengajarkan bahwa yang menentukan kebahagiaan dan kesengsaraan manusia hidup di dunia ini adalah para arwah dari orang-orang yang telah meninggal dunia.
  2. Faham dinamisme, yang mengajarkan bahwa pada tempat-tempat tertentu dan benda-benda tertentu terdapat danyang-danyang yang dapat mempengaruhi kesuksesan dan kegagalan usaha seseorang.
  3. Faham Totemisme, yang mengajarkan bahwa benda-benda tertentu yang telah dikeramatkan mempunyai pengaruh bagi kesuksesan dan kegagalan usaha seseorang.

Agama Samawi

Agama Samawi adalah agama yang berasal dari Sang Pencipta manusia. Agama ini disampaikan oleh Sang Pencipta manusia melalui wahyuNya yang disampaikan kepada para Nabi yang telah dipilih menjadi utusanNya, kemudian para utusan tersebut diperintahkan untuk mengajarkan agama tersebut kepada bangsa tertentu yang telah ditunjuk oleh Sang Pencipta.

Nabi adalah manusia biasa yang di dalam dirinya ada organ khusus yang dapat dipergunakan untuk menerima wahyu dari Sang Pencipta. Sang Pencipta dalam agama samawi disebut dengan nama Allah. Nabi yang menerima wahyu dari Allah, apabila diberi tugas untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada orang lain, disebut “Rasul”.

Para Rasul itu jumlahnya banyak; dan diantara mereka adalah: Adam, Idris, Nuh, Hud, Shalih, Ibrahim, Luth, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, Yusuf, Ayyub, Syu’aib, Harun, Musa, Ilyasa’, Dzulkifli, Dawud, Sulaiman, Ilyas, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa dan Muhammad saw.

Agama samawi yang ada di dunia sekarang ini ada tiga, yaitu:

  1. Agama Yahuudi yang diajarkan oleh Nabi Musa as.
  2. Agama Nasrani yang diajarkan oleh Nabi Isa as.
  3. Agama Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw.

Sebenarnya semua agama samawi yang diajarkan oleh para Rasul sejak Nabi Adam as. sampai dengan Nabi Muhammad saw., namanya adalah sama, yaitu Islam. Adapun jika kemudian agama Islam yang diajarkan oleh Nabi Musa as. dinamakan Agama Yahudi, maka maksudnya adalah agama yang dipeluk oleh bangsa Yahudi dan memang Nabi Musa as. hanya diutus oleh Allah untuk menyelamatkan bangsa Yahudi yang pada waktu itu ditindas oleh bangsa Mesir (qibthi) dibawah pimpinan raja mereka, yaitu “Fir’aun”.

Dan jika kemudian agama Islam yang diajarkan oleh Nabi Isa dinamakan “Agama Nasrani”, maka nama nasrani ini, menurut para ahli, kemungkinan berasal dari kata “Nazaret”, yaitu desa kelahiran dari Nabi Isa as. Sehingga Agama Nasrani berarti agama yang diajarkan oleh Nabi yang berasal dari desa Nazaret. Dan kemungkinan berasal dari kata nashoro yang berarti “menolong”; sehingga Agama Nasrani berarti agama dari kaum penolong Nabi Isa as., yaitu murid-murid Nabi Isa as. sebanyak 12 orang dari kabilah Hawari, salah satu kabilah dari bangsa Yahudi.

Juga ada para ahli yang menyatakan bahwa hawari itu bukan kabilah, melainkan julukan dari para sahabat Nabi Isa as., sebagaimana julukan dari para pengikut Nabi Muhammad saw. yang hidup sezaman dengan beliau adalah “sahabat”. Demikian pula dengan “kristen”, maka kata “kristen” itu bukanlah nama asli dari agama yang diajarkan oleh Nabi Isa as. melainkan berasal dari bahasa Belanda yang berarti “pengikut salib”.

Sedangkan nama “protestan”, semula adalah sebutan bagi Calvyn dan Martin Luther yang protes terhadap kebijaksanaan paus yang menjual “surat pengampunan dosa” untuk mengumpulkan dana guna pembangunan gereja. Demikian pula halnya dengan nama-nama lainnya bagi agama yang diajarkan oleh Nabi Isa as. maka nama-nama tersebut bukanlah namanya yang asli.

Semua agama samawi memiliki ajaran yang sama,yaitu “tauhid mutlak” atau “monoteisme absolut” yaitu meyakini bahwa yang menciptakan alam semesta ini dan sekaligus memeliharanya serta harus dipatuhi dan dipuja, hanyalah satu, tidak berputera, tidak dilahirkan serta tidak ada sesuatupun yang menyamai-Nya, yaitu “Allah swt”.

Adapun jika kemudian agama Yahudi meyakini ada dua Tuhan, yaitu: Tuhan Bapak (Allah swt.) dan Tuhan Anak (Nabi ‘Uzair as.), ialah karena Nabi ‘Uzair as. yang hidup sesudah Nabi Musa as. wafat, pernah tidur dalam sebuah gua selama seratus tahun lamanya. Menurut akal fikiran orang-orang Yahudi tidak mungkin manusia bisa dapat hidup selama seratus tahun tanpa makanan dan minuman, meskipun dalam keadaan tidur. Sehingga bangsa Yahudi menganggap bahwa hal itu hanya mungkin bagi Tuhan saja. Oleh karena itu Nabi ‘Uzair as. pun dianggap sebagai anak Tuhan.

Karena ketauhidan dari agama Islam yang diajarkan oleh Nabi Musa as. sudah rusak dan berubah menjadi “syirik” atau menganggap Tuhan lebih dari satu, yaitu pengangkatan Nabi ‘Uzair as. sebagai anak Tuhan hanya karena beliau tidur selama 100 tahun tanpa makan dan minum, maka Allah swt. ingin menunjukkan kepada bangsa Yahudi pada khususnya dan manusia pada umumnya akan ke-Maha Kuasa-an Allah swt. dengan menciptakan seorang manusia yang lahir dari seorang ibu tanpa ayah, yaitu Nabi Isa bin Maryam as., sebagaimana Allah telah menciptakan seorang manusia yang lahir dari seorang ayah tanpa ibu, yaitu Siti Hawa yang lahir dari Nabi Adam as. dan kemudian menjadi isteri Nabi Adam as; dan sebagaimana Allah swt. Maha Kuasa menciptakan seorang manusia yang lahir ke dunia tanpa ayah dan ibu, yaitu Nabi Adam as.

Akan tetapi ajaran tauhid yang diajarkan oleh Nabi Isa as. tidak dapat bertahan lama, karena pada tahun 325 M. terjadi “sidang gereja” (concili) di kota Necia yang memutuskan “pengangkatan Nabi Isa as.” sebagai “anak Tuhan”. Dan pada tahun 468 M. terjadi pula Konsili di kota Chalcedon yang memutuskan pengangkatan “oknum Tuhan yang ketiga”. Pengangkatan tersebut dimungkinkan oleh hak konvensi yang dimiliki oleh gereja, yaitu

  • Hak untuk menafsirkan ayat-ayat yang ada dalam kitab Injil.
  • Hak untuk me-retool ayat-ayat Injil yang dianggap sudah tidak sesuai dengan situasi, kondisi dan domisili.
  • Hak untuk membuat ayat-ayat Injil yang baru.

Karena ketiga hak tersebut maka ummat Katolik pernah mengenal ajaran selebatisme dari Benedictus yang mengajarkan bahwa setiap pastur dilarang kawin. Agustinuspun telah berhasil memasukkan teori “The Sin of Adam” ke dalam ajaran Katolik; dan Thomas Aquino juga berusaha untuk merationalkan “faham trinitas dalam ajaran Protestan.

Seluruh agama samawi memuat peraturan-peraturan yang harus dilaksanakan oleh para pemeluknya yang telah memiliki keyakinan tauhid mutlak. Dan peraturan-peraturan yang diberikan kepada seseorang rasul ada kalanya harus tidak sama dengan yang diberikan kepada rasul yang lain, karena peraturan yang baik itu adalah peraturan yang harus sesuai dengan situasi, kondisi dan domisili. Itulah sebabnya maka Allah swt. mengutus rasul dengan peraturan yang baru setelah rasul terdahulu wafat, sedang peraturan yang dibawa oleh rasul terdahulu sudah tidak sesuai lagi dengan situasi, kondisi dan domicili.

Semua wahyu yang diberikan oleh Allah swt. kepada rasul-Nya dikumpulkan dalam sebuah kitab yang disebut “kitab suci”. Dan diantara kitab-kitab suci yang masih ada sekarang ini adalah kitab “Taurat” yang dibawa oleh Nabi Musa as., kitab “Injil” yang dibawa oleh Nabi Isa as. dan kitab “Al Qur’an” yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw.. Namun dari ketiga macam kitab suci tersebut ternyata hanya Al Qur’an yang sanggup mempertahankan keasliannya, meskipun sudah berumur 14 abad lebih.

Disamping itu, agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. memiliki kelebihan-kelebihan dibandingkan dengan agama-agama lainnya.

  1. Dua kalimah syahadat yang merupakan statement yang radikal atau pernyataan yang paling tegas yang tidak mengenal kompromi sama sekali, karena setiap orang yang telah mengucapkan dua kalimah syahadat, dia harus berani untuk menyatakan kepada seluruh ummat manusia di dunia yang menganut berbagai macam konsep ketuhanan, agama, konsep kebahagiaan dan konsep kebenaran, bahwa:
    1. Semua konsep ketuhanan yang ada di dunia ini adalah batal, kecuali aqidah Islamiyah yang sesuai dengan faham Ahlus Sunnah wal Jama’ahyang telah diwahyukan oleh Allah swt. kepada Nabi Muhammad Rasul Allah saw.
    2. Semua agama yang ada di dunia ini adalah batal, kecuali agama Islam yang telah diwahyukan oleh Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. sebagai Rasul Allah.
    3. Semua konsep kebahagiaan yang ada di dunia ini adalah batal, kecuali konsep kebahagiaan yang ada dalam kitab suci Al Qur’an yang telah diwahyukan oleh Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. selaku Rasul Allah.
    4. Semua teori kebenaran yang telah dikemukakan oleh para ahli filsafat di seluruh dunia ini adalah batal, kecuali konsep kebenaran dari Al Qur’an yang telah diwahyukan oleh Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. sebagai Rasul Allah.
  2. Agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. mempunyai sifat-sifat yang tidak dimiliki oleh agama-agama lainnya di seluruh dunia, yang antara lain:
    1. Agama Islam itu sesuai dengan fithrah (asal kejadian) manusia.
    2. Agama Islam itu mudah, rasional, dan praktis.
    3. Agama Islam itu mempersatukan antara kehidupan jasmani dan rohani dan antara kehidupan duniawi dan ukhrawi.
    4. Agama Islam itu menjaga keseimbangan antara kehidupan individual dan kehidupan bermasyarakat.
    5. Agama Islam itu merupakan jalan hidup yang sempurna.
    6. Agama Islam itu unversal dan manusiawi.
    7. Agama Islam itu stabil dan berkembang.
    8. Agama Islam itu tidak mengenal perubahan.

 

Penyusun makalah:

H. Achmad Masduqi Machfudh

sumber: nurulhuda

Entry filed under: artikel islam. Tags: .

Hello world! Keistimewaan air Zam Zam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

April 2009
M T W T F S S
    May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Most Recent Posts


%d bloggers like this: